PRABUMULIH, Lembayungnews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dampak perubahan kualitas udara, terutama di tengah potensi pencemaran akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data yang ditampilkan dalam imbauan Dinkes Kota Prabumulih, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 6 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB tercatat mencapai 214 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Parameter PM2.5 menjadi salah satu perhatian utama karena berisiko mengganggu kesehatan apabila terhirup.
Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Djoko Listyano, SKM., M.Si., mengatakan kondisi saat ini masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Menurut Djoko, kondisi kualitas udara tidak bersifat stagnan atau tetap, melainkan dapat berubah-ubah. Pada waktu tertentu kualitas udara masih dalam kondisi aman, tetapi pada waktu lainnya dapat meningkat hingga berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya berpatokan pada satu data pengukuran, tetapi juga terus memantau perkembangan kualitas udara dan tetap menerapkan langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan.
Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada
Dinkes mengingatkan sejumlah kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk. Mereka meliputi anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, penderita asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penderita penyakit jantung, serta masyarakat dengan penyakit kronis seperti diabetes.
Paparan partikel halus PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Pada kelompok rentan, kondisi tersebut berpotensi memperburuk penyakit yang telah diderita.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama kegiatan fisik berat. Jika harus beraktivitas di luar rumah saat udara tercemar, warga dianjurkan menggunakan masker yang sesuai, seperti KN95 atau N95.
Masyarakat juga disarankan menutup pintu dan jendela ketika kualitas udara di luar memburuk, memperbanyak minum air putih, serta menghindari pembakaran sampah dan lahan yang dapat memperparah pencemaran udara.
Pengobatan Gratis bagi Penderita ISPA
Sebagai upaya penanganan dampak kesehatan akibat karhutla, Dinkes Kota Prabumulih turut menyampaikan informasi mengenai pelayanan pengobatan gratis bagi penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di puskesmas se-Kota Prabumulih.
Djoko mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk yang memburuk atau sesak napas. Jika mengalami sesak napas berat atau nyeri dada, warga perlu segera mencari pertolongan medis.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan ventilasi rumah, dan memantau informasi kualitas udara melalui sumber resmi pemerintah.
Dinkes berharap kewaspadaan dan langkah pencegahan yang dilakukan masyarakat dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat perubahan kualitas udara.
Untuk kebutuhan kegawatdaruratan kesehatan, masyarakat dapat menghubungi layanan Public Safety Center (PSC) 119 Kota Prabumulih.
Catatan: Data ISPU 214 dalam berita ini merujuk pada pengukuran yang ditampilkan untuk 6 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB. Angka tersebut tidak serta-merta menggambarkan kondisi kualitas udara terkini.
